•December 9, 2008 •
1 Comment

Pancuran Pitu, Baturaden
Jalan-jalan ke Baturaden di Kabupaten Banyumas, jangan lupa untuk mengunjungi sebuah obyek wisata alam bernama Pancuran Pitu atau Pancuran Tujuh. Obyek wisata ini berjarak sekitar 2 kilometer dari obyek Baturaden, tapi karena jalan yang harus ditempuh melingkar sehingga jarak lebih panjang. Perlu sekitar 15 menit dari Loka wisata Baturaden ke obyek Pancuran Pitu. Dengan menggunakan angkot wisata dan membayar Rp. 5000 per orang saya sudah sampai di Pancuran.
Continue reading ‘Nikmatnya Merendam Kaki di Pancuran Pitu’
Posted in Jalan-jalan, Jawa Tengah
Tags: baturaden
•December 9, 2008 •
1 Comment

Mendoan banyumas
Mendoan, itulah nama dari tempe yang ukurannya lebih lebar dari ukuran tempe pada umumnya. Makanan yang terbuat dari fermentasi kedelai ini berasal dari Banyumas, Jawa Tengah. Cara membuatnya sama dengan tempe biasa hanya saja ukurannya lebih lebar dan lebih tipis.
Di daerah Baturaden, banyak sekali penjual makanan ini, baik yang matang maupun yang masih mentah. Untuk yang masih mentah biasanya dikemas dalam wadah yang terbuat dari anyaman bambu atau biasa disebut “besek”. Harga untuk satu besek yang berisi 20 tersebut kira-kira Rp. 20.000 rupiah. Di dalam besek tersebut sudah disertakan tepung berbumbu dan sebotol sambal kecap. Kita tinggal mencampur tempe dengan tepung tersebut dan tidak perlu membuat bumbu sendiri. Agar lebih nikmat, mendoan yang sudah digoreng dimakan saat hangat dengan ditemani cabai atau sambal kecap dan secangkir kopi panas.
Di daerah Sokaraja banyak sekali yang menjual mendoan ini. Ketika saya berkunjung ke sana saya membeli di Eco Rasa yang beralamat di Jl. Jend. Sudirman 72 Sokaraja.
Posted in Uncategorized
Tags: Jawa Tengah, Kuliner
•August 8, 2008 •
Leave a Comment

PANCURAN PITU
Buat ngisi liburan beberapa waktu lalu, aku sekeluarga jalan-jalan ke Baturaden di lereng Gunung Slamet Banyumas, Jawa Tengah. Letaknya yang ada di lereng gunung sehingga berhawa sejuk, gak panas kaya di dataran rendah.
Kebetulan juga di Baturaden sedang ada festival calung, itu lho alat musik seperti gambang atau saron dari Jogja tapi terbuat dari bambu. Cara membunyikan calung dengan dipukul sehingga keluar bunyi clung…clung..clung dengan nada yang harmonis. Mungkin karena suaranya itu sehingga dinamakan calung. Selain itu juga diiringi oleh gendang dan bedhug dari tong dengan membran dari karet roda truk atau mobil. Para penarinya yang cantik-cantik dan luwes-luwes menarikan tarian khas Banyumas seperti Lengger diiringi lagu-lagu atau tembang dengan dialek Banyumasan.

PANCURAN PITU
Melihat festival calung dari pagi membuat perut lapar. Kebetulan di lokasi itu juga banyak penjual makanan. Saat itu kami putuskan untuk mencoba sate kelinci dan mendoan khas Baturaden. Ternyata enak juga dan lagi harganya juga cukup murah. Perut kenyang jeadi ngantuk, akhirnya kami pulang ke hotel untuk istirahat karena keesokan hari akan melihat Pancuran Pitu.
Posted in Jalan-jalan
Tags: baturaden, Jalan-jalan, wisata
Recent Comments